ekonomi makro dalam kerangka filsafat ilmu, permintaan dan penawaran agregat



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Di dalam kehidupan praktis sehari-hari, manusia bergerak di dalam dunia yang telah diselubungi dengan penafsiran-penafsiran dan kategori-kategori ilmu pengetahuan dan filsafat. Penafsiran-penafsiran itu seringkali diwarnai oleh kepentingan-kepentingan, situasi-situasi kehidupan dan kebiasaan-kebiasaan, sehingga ia telah melupakan dunia apa adanya, dunia kehidupan yang murni, tempatberpijaknya segala bentuk penafsiran.
Dominasi paradigma positivisme selama bertahun-tahun terhadap dunia keilmuwan, tidak hanya dalam ilmu-ilmu alam tetapi juga pada ilmu-ilmu sosial bahkan ilmu humanities, telah mengakibatkan krisis ilmu pengetahuan. Persoalannya bukan penerapan pola pikir positivistis terhadap ilmu-ilmu alam, karena hal itu memang sesuai, melainkan positivisme dalam ilmu-ilmu sosial, yaitu masyarakat dan manusia sebagai makhluk historis.
Problematik positivisme dalam ilmu-ilmu sosial, yang menghilangkan peranan subjek dalam membentuk ‘fakta sosial’, telah mendorong munculnya upaya untuk mencari dasar dan dukungan metodologis baru bagi ilmu sosial dengan ‘mengembalikan’ peran subjek kedalam proses keilmuwan itu sendiri.
Filsafat ilmu pengetahuan merupakan cabang filsafat yang secara khusus
diminati semenjak pertengahan abad ke-17,namun semenjak pertengahan abad ke20 ini telah mengalami perkembangan sedemikian besar sehingga tidak seorang
pun sanggup mengikuti langkah-langkah perkembangannya yang begitu beragam ke arah berbagai jurusan termasuk juga ekonomi hal ini disebabkan ole perkembangan ilmu pengetahuan yang terus tumbuh dan berkembang. Perkembangan itu sendiri meningkatkan implikasi-implikasi ilmu pengetahuan yang amat sangat beragam dan meresapi segala bidang kehidupan manusia secara mendalam.
Refleksi filosofis ilmu ekonomi mungkin telah berkembang seiring dengan perjalanan sejarah hidup manusia seperti yang diungkapkan oleh Karl Marx bahwa pangkal dari semua kegiatan manusia adalah hubungan produksi. Akan tetapi menurut Backhouse (2002), pembahasan ini baru mengemuka sejak aktivitas ekonomi menjadi objek kajian tersendiri di abad ke-18, misalnya dalam karya yang dikemukakan oleh Cantillon (1755), David Hume (1752), dan paling berpengaruh adalah karya Adam Smith, Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776). Pada masa-masa awal, ilmu ekonomi dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari moral science, sehingga pembahasan filosofisnya pun ditinjau dari perspektif filsafat moral. Dalam konteks perkembangan ilmu ekonomi kontemporer, pembahasan aspek filosofis ilmu ekonomi semakin kompleks dengan berkembangnya beragam aliran pemikiran ekonomi. Bahkan, kalaupun diklasifikasikan menjadi dua kelompok, orthodox dan mainstream, masing-masing kelompok tersebut masih memiliki ragam varian yang cukup banyak. Adanya keragaman ini telah menjadi tantangan tersendiri bagi para ekonom maupun filosof dalam membahas filsafat ilmu ekonomi.
Ilmu pengetahuan dapat dimengerti sebagai pengetahuan yang diatur secara sistematis dan langkah-langkah pencapaiannya dipertanggungjawabkan secara teoritis. Apabila unsur tersirat itu diucapkan menjadi unsur tersurat maka terjadilah apa yang disebut refleksi. Berkat refleksi, pengetahuan yang semula langsung dan spontan, memang kehilangan kelangsungan dan spontanitasnya, tetapi serentak pengetahuan itu mulai cocok untuk diatur secara sistematis sedemikian rupa sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.
Filsafat ilmu ekonomi meliputi pembahasan tentang aspek konseptual,
metodologi, dan etika yang berkaitan dengan disiplin ilmu ekonomi (Hausman, 2008;Caldwell, 1993). Fokus utamanya adalah aspek metodologi dan epistemologi yang meliputi metode, konsep, dan teori yang dibangun oleh para ekonom untuk sampai pada yang disebut “science” tentang proses ekonomi. Filsafat ekonomi juga berkaitan dengan bagaimana nilai-nilai etika menjadi bagian argumentasi dalam ilmu ekonomi seperti kesejahteraan, keadilan, dan adanya trade-off diantara pilihan-pilihan yang tersedia. Pertanyaan yang selanjutnya mengemuka adalah apakah dimensi filsafat ilmu ekonomi tersebut menghasilkan pengetahuan empiris yang menjadi dasar teoritis ilmu ekonomi sehingga dapat diklaim bahwa filsafat ekonomi adalah bagian integral dari filsafat ilmu pengetahuan. Pembahasan tentang pertanyaan ini telah berlangsung lama dan menimbulkan banyak perdebatan di kalangan ekonom dan filosof hingga saat ini.
Ruang lingkup pembahasan Ilmu Ekonomi menyangkut persoalan yang berkaitan dengan persoalan-persoalan yang berhubungan langsung dengan prilaku dan perbuatan manusia dalam usaha mencapai mencapai kemakmuran jasmani. Akan tetapi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang ada terbatas maka terjadi kelangkaan, kelangkaan ini yang perlu diatasi agar tidak terjadi gesekan-gesekan dalam tatanan kehidupan masyarakat.    Dalam makalah ini, penulis memfokuskan pembahasan pada sejarah pemikiran ilmu ekonomi dalam ruang lingkup filsafat ilmu dalam rangka menemukan cara memperbaiki keilmuan ekonomi dan mempelajari lebih rinci dalam memahami filsafat dan ilmu ekonomi dan masalah-masalah yang ada di dalamnya.
Tahun 1960an yang dimaksud analisis keseimbangan makroekonomi yaitu analisis yang mengabaikan aplikasi perubahan harga ke atas keseimbangan tingkat kegiatan ekonomi dan yang sangat menekankan segi permintaan dalam analisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi Negara. Peristiwa-peristiwa dalam kegiatan ekonomi berbagai negara dalam tahun 1970an, yang pada umumnya menghadapi masalah inflasi yang serius dalam keadaan pengangguran yang cukup tinggi, menimbulkan kesadaran bahwa analisis yang ada belum dapat memberikan gambaran yang tepat mengenai peristiwa-peristiwa yang mungkin berlaku dalam perekonomian.
Kelemahan ini telah mendorong kepada perkembangan model penentuan keseimbangan kegiatan ekonomi negara yang ketiga, yang menunjukkan bagaimana perubahan harga-harga akan mempengaruhi pertumbuhan, fluktuasi kegiatan ekonomi, dan kesempatan kerja. Analisis ini memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan lebih lengkap oleh karena bukan saja dapat memberi gambaran tentang implikasi perubahan harga ke atas tingkat pengeluaran dalam suatu perekonomian, tetapi juga menunjukkan implikasi perubahan harga ke atas penawaran agregat yaitu jumlah barang dan jasa yang akan diproduksikan dan ditawarkan dalam perekonomian pada berbagai tingkat harga. Berdasarkan kepada sifat analisisnya ini yaitu yang memperhatikan segi permintaan dan segi penawaran, analisis keseimbangan makroekonomi ini lebih dikenal sebagai model permintaan – penawaran agregat (aggregate demand-supply model) atau analisis AD-AS.
Pemikiran makroekonomi modern tidak dapat sepenuhnya menerima pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh golongan Klasik maupun Keynes. Mereka menganggap keyakinan Klasik bahwa kesempatan kerja penuh selalu tercapai dalam ekonomi adalah terlalu rigid. Sebaliknya keyakinan Keynes bahwa pengangguran yang serius selalu berlaku dalam perekonomian, juga tidak sepenuhnya tepat. Analisis Klasik Baru dan Keynesian Baru bertujuan untuk memperbaiki ketidaksempurnaan tersebut dengan cara memperbaiki cara pendekatan dalam menentukan keseimbangan kegiatan ekonomi dengan menggunakan analisis AD-AS.

B.     Rumusan Masalah

1. Bagaimana Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi
2. Bagaimana Pemikiran Tokoh-Tokoh Filusuf Ekonomi
3.Bagaimana teori ilmu ekonomi makro
4. Apa saja bentuk pekembangan teori ekonomi makro
5. Apa yang dimaksud peermintaan dan penawaran agregat

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan ilmu ekonomi
2. Untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai objek formal dan objek materiil ilmu ekonomi
3. Untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai metode keilmuan ilmu ekonomi
4. Untuk mengetahui dan menjelaskan bagiamana permintaan dan penawaran secara menyeluruh

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah dan Perkembangan Ilmu Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusiadalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Ekonomi berasal dari bahasa Yunani Oikonomia, secara epitomologis kata Oikos yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόµος (nomos), yang berarti “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.”
Ilmu ekonomi tidak secara mendadak diciptakan begitu saja, namun ilmu ini berkembang melalui suatu proses panjang. Baru mulai pada 1776 ilmu ekonomi dianggap sebagai satu disiplin ilmu baru, tepatnya semenjak Adam Smith yang merupakan seorang ahli ekonomi menulis sebuah buku yang berjudul “An Inguiry Into The Mature and Causes of the Wealth of Nations”.
Sejak itulah oleh para ahli ilmu ekonomi, Adam Smith disebut sebagai bapak Ilmu Ekonomi. Sebenarnya, ekonomi sendiri ditelaah dan sudah mulai dipelajari orang semenjak 350 SM, atau sejak zaman filosof terkenal Aristoteles. Hanya saja pada waktu itu penelaahan ekonomi lebih bersifat filosofis, atau masih dipelajari pada tingkat yang sangat dasar. Selanjutnya, penelaahan ekonomi diusahakan untuk lebih dikembangkan lagi pada tahun 1270 oleh Thomas Aquino dengan penambahan beberapa pemikiran di dalamnya.
Kemudian di tahun 1758, Francois Quesnay coba menjelaskannya lebih jauh, kendati demikian perkembangan ilmu ekonomi saat itu belum sampai pada pembentukan disiplin ilmu ekonomi yang sesungguhnya. Di zaman ini, ekonomi lebih dikenal dengan sebutan fisiokrat.
Barulah di tahun 1776, muncul tokoh baru bernama Adam Smith yang berhasil mengangkat penelaahan ekonomi sebagai suatu disiplin ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi semenjak saat itu dirasa memberikan banyak manfaat oleh manusia di dalam usaha mereka untuk meningkatkan tujuan hidup. Jadi, bisa dibilang perjalanan ilmu ekonomi sendiri melewati berbagai proses dan masa yang sangat panjang.
Seperti kita ketahui bahwa ilmu ekonomi akan senantiasa berkembang terus, gagasan Adam Smith tersebut kemudian menjadi dasar bagi para ahli ekonomi selanjutnya, seperti Thomas Malthus, David Ricardo, dan John Stuart Mill. Mereka disebut juga dengan ahli ekonomi klasik. Tradisi klasik ini lalu diteruskan dan dikembangkan oleh mazhab Austria, dengan beberapa tokoh yang termasuk di antaranya Leon Walras, dan Alfred Marshall pada tahun 1890-an.
Tradisi ekonomi klasik inilah yang menjadi embrio dari perkembangan bagian teori ekonomi yang sekarang ini dikenal dengan Ekonomi Makro.
Perkembangan ilmu ekonomi dari Adam Smith merupakan sisi lain yang berkembang dari pendapat Karl Marx dan dianut oleh Negara-negara yang menganut ideologi sosialis-komunis. Barulah kemudian berkembang lagi dan yang timbul belakangan di Negara-negara yang menganut ideologi ekonomi liberal. Namun, pengertian tentang tradisi klasik yang menjadi sumber dari teori ekonomi mikro perlu benar-benar dicamkan kembali sebab pasti masih akan sering dijumpai. Depresi ekonomi yang terjadi pada tahun 1930-an melahirkan ahli ekonomi baru, yaitu John Maynard Keynes,  dengan bukunya yang sangat terkenal : General Theory of Employment, Interest and Money yang menjadi dasar bagi perkembangan teori ekonomi Makro. Jadi perkembangan ekonomi Makro dimulai setelah terbitnya buku tersebut, berbeda dengan kelompok Klasik (yang mendasarkan pada bekerjanya mekanisme pasar), maka Keynes mendasarkan pada campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Perkembangan keadaan ekonomi yang pesat dan rumit menumbuhkan beberapa masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh alat-alat yang sudah dikembangkan oleh Klasik maupun Keynes, seperti masalah stagflasi, ketidakpastian masa depan, dinamika ekonomi, dsb. Karena itu sesudah Keynes berkembanglah bebrapa tunas-tunas baru yang tidak sepenuhnya Klasik atau Keynesian seperti kelompok Post keynesian Economist kelompok Monetarists, kelompok Rational  Exceptations serta kelompok yang menyangkut kebijakan ekonomi seperti kelompok Supply Side Economits.Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi dan makroekonomi.
Secara kronologis, perkembangan ilmu ekonomi seiring dengan munculnya para filosof ekonomi mulai dari mashab pra klasik, klasik, neo klasik, sosialis, keynesian dan perekonomian masa kini.
1.      Filsafat Ekonomi Pra Klasik
a.      Kaum Markantilisme
Perkembangan filsafat ekonomi mashab pra klasik berkisar pada abad 17 dan 18, dimana pencetusnya adalah kaum merkantilisme adalah Jean Baptiste Colbert, Jean Bodin, John Locke, Thomas Miles, Thomas Mun, William Temple, Willian Petty,, Dudley North, Bernard de Mandeville, John Law, James Steuart, A. Montchretien de Vattevile. Kata Merkantilisme terdiri dari dua kata, yakni merchant yang berarti pedagang, perniagaan, saudagar dan kata ism berarti aliran. Jadi kata merkantilisme mengandung makna aliran perniagaan/perdagangan.
Dasar pememikiran bagi kaum merkantilisme adalah bahwa suatu neraca perdagangan aktif dapat menyebabkan mengalirnya kas ke dalam negeri sebagai syarat utama usaha, sehingga dapat menyebabkan kemakmuran nasional. Pandangan ini adalah dasar bagi suatu politik perniagaan protesionistik, seperti halnya di Prancis di bawah pimpinan Jean Baptiste Colbert.
Selanjutnya para pemikir kaum merkantilis mengemukakan bahwa kemakmuran suatu negara diukur menurut perbandingan antara impor dan ekspornya. Bila mana ekspor ternyata lebih besar dari impornya, maka dinyatakan bahwa terdapat adanya neraca perdagangan yang menguntungkan. Kelebihan ekspor menurut kaum merkantilis akan menyebakan bertambahnya pendapatan negara. Dengan demikian merkantilisme dianggap sebagai suatu sistem politik ekonomi.
b.      Kaum Fisiokrat
Istilah Fisiokrat terdiri dari dua kata, yakni physic dan create atau kratein. kata physic dapat berarti alam (pertanian), sedangkan kata create dapat berarti menciptakan/ menimbulkan atau kratein (harus berkuasa). Dengan demikian, maka ’fisiokrat’ mengandung makna menciptakan/ menimbulkan alam (pertanian) atau alam harus berkuasa (supremasi alam). Tokoh-tokoh atau filosof terkenal pada mashab kaum fisiokrat adalah Francois Quesnay, Turgot, Le Mercier de la Reviere, Dupont de Nemours. Pemikiran para kaum fisiokrat mengatakan bahwa sumber segala kemakmuran terletak dalam bidang pertanian. Francois Quesnay, adalah seorang ekonom perancis yang dalam sejarah terkenal sebagai pencetus istilah produktivitas (productivity), di mana pada tahun 1776 menerbitkan artikel dengan judul Historis Viewpoint of Economic Theories. pada artikel ini ia melihat bahwa tanah pertanian sebagai sumber kekayaan yang sebenarnya.
2.      Filsafat Ekonomi Klasik
Kaum klasik berusaha untuk memecahkan semua masalah ekonomi dengan bantuan penyelidikan ke arah faktor-faktor permintaan dan penawaran yang menentukan harga. Beberapa tokoh ataupun filosof mashab klasik yang terkenal, yaitu Adam Smith, Thomas Robert Malthus, Jean Baptiste Say, David Ricoardo, John Heinrich,  Von Thunen, Nassau Wiliam Senior, Fredrich Von Hermann. Jonh Suart Mill dan Jonh Elliot Cairnes. mereka terkenal bukan karena memberikan pemecahan kepada masalah ekonomi, melainkan karena cara mereka mengemukakan masalah. Adam Smith (1723-1790) berkebangsaan Skotland, merupakan filosof yang paling terkenal dalam mashab klasik bahkan dalam sejarah perkembangan ilmu ekonomi sehingga dinamakan sebagai bapak ilmu ekonomi (the father of economic). Fokus okonomi pada mashab klasik  adalah liberalasasi, yakni berdasarkan diri atas dalil bahwa sesuatu perekonomian yang berkembang dengan bebas merupakan syarat terbaik bagi suatu perkembangan kemakmuran yang menguntungkan.
3.     Filsafat Ekonomi Neo klasik
            Kurun waktu tentang aktifitas ekonomi neo klasik sekitar akhir abad ke-19. Tokoh-tokoh pemikir ataupun para filosof terkenal pada mashab ekonomi neo klasik adalah Leon Warlas dan Alfred Marshall.
a. filosof leon Warlas
b. Filosof Alfred Marshall
Pemikir ekonomi neo klasik Alfred Marshal dikenal pula sebagai pendiri Mashab Anglo Amerika.
4.     Filsafat Ekonomi Kaum Sosialism
            Pemahaman kaum sosialism muncul sekitar akhir abad 18 dan awal 19, dimana para pemikir atau filosof menafsirkan perlunya kebebasan, harga diri manusia dan supremasi hukum.
            Tidak mengherankan bahwa filsafat yang menekankan aspek-aspek sosial orde alamiah, kesediaan manusia untuk bekerja sama, kesempurnaan sifat manusia dan keinginan untuk mencapai kesamaan politik, sosial ekonomi, makin lama makin banyak mendapatkan dukungan.
            Jean Jacques Rousseau berpendapat bahwa ’hak milik merupakan pencirian’. Lalu Francois Emile Babeuf (1760-1797) pada zaman direktorat, berusaha untuk menghapuskannya dan mendirikan masyarakat komunistik ia berpendapat bahwa ’nature has given to every man an equal right ini the enjoyment of all goods’.
Filosof Inggris yang termashur bernama  Francis Bacon, menggambarkan masyarakat ideal dalam bukunya ’Nova Atlantis’ (1623) bahwa disana ”semua kebodohan dan prasangka telah lenyap dan orang lain telah mendapatkan gambaran lengkap mengenai hukum-hukum alam. Inti pikirannya adalah bahwa manusia akan bebas apabila ia menemukan kebenaran.
Tokoh-tokoh atau filosof terkenal kaum sosialis utopis, yakni Edward Bellamy, Robert Owen, H. de Saint Simon, Louis Blanc, J.P. Proundhon.
Para pemikir kaum Utopis (seperti Edward Bellamy) beranggapan bahwa satu-satunya pemecahan masalah kemiskinan terletak pada usaha untuk merombak organisasi ekonomi secara total
            b. Kaum Sosialis Ilmiah
Karl Max dan Friendrich Engels merupakan tokoh/filosof terkenal pada kaum sosialis Ilmiah. Mereka berusaha  agar bagaimana  suatu masyarakat sosialis akan berkembang dari masyarakat yang ada, memperkecil perbedaan antara masyarakat yang berada  (kaya) dengan masyarakat yang tidak punya apa-apa (miskin), demikian pula pada masyarakat sosialis  tidak ada lagi perbedaan-perbedaan dan pertentangan-pertentangan klas (stratifikasi sosial). adalah F. Laselle, Luxemburg, Sidney Webb, B. Webb.
Karl Max dijuluki sebagai nabi besar sosialism modern, dimana telah mengkombinasikan ide-ide pihak yang telah mendahuluinya, baik kaum sosialis maupun maupun kapitalis dengan ide-idenya  sendiri guna  membentuk suatu sistem pemikiran baru  yang merupakan dasar bagi suatu pergerakan yang kuat. Marx merupakan  seorang ahli filsafat, historikus, ahli sosiologi dan ahli ekonomi. Ia telah menggariskan suatu kerangka pemikiran yang didasarkan pada syarat-syarat  strategi bagi mereka yang ingin mengubah sifat masyarakat.
5.     Filsafat Ekonomi John Maynard Keynes
John Mainard Keynes (1883-1946) adalah putra seorang profesor ilmu ekonomi Inggris. Ia adalah seorang mahasiswa dan sekaligus guru pada Cambridge University, seoarang pegawai negeri, seorang editor dan sekertaris sebuah perkumpulan ilmiah dan seorang pengusaha. Tetapi ia tetap seorang ahli ekonomi yang secara konstan memperhatikan peroblem-peroblem masa dan tempatnya .
Karya tebesar keynes dijabarkan dalam buku The Ganeral Theory of Employment, Interset and Money (teori umum mengenai kesempatan kerja, bunga dan uang) yang di terbitkan pada tahun1936.
a.      Pokok-pokok Ajaran Keynes
Inti pokok dari ajaran Keynes adalah sebagai berikut :
1.   Pendapatan total tergantung dari volume kesempatan kerja total
2.   Kecenderungan untuk berkonsumsi ( propensiti to Consume = PTC ), dimana jumlah pengeluaran untuk konsumsi tergantung pada tingkat pendatan, demikian halnya pada kesempatan kerja total.
3.   Kesempatan kerja total tergantung pada permintaan efektif total (D), yang terdiri dari dua bagian yaitu : (a) pengeluaran untuk Konsumsi (D1) dan (b) pengeluaran untuk inventasi (D2), Sehingga : D  =  D1   +   D2
4.   Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium) permintaan total (aggregate demand = D) sama dengan aggregate supply = Z).
            jika      :           D  =  D1  +   D2   atau  D2  =  D – D1
            Maka  :           D  =  Z,   sehingga   D2  =  Z – D1
5.   Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium), penawaran total sama dengan permintaan total dan permintaan total  dideterminasi oleh kecendrungan untuk mengkonsumsi (PTC) dan volume inventesi. Dengan demikian, maka volume kesempatan kerja tergantung pada : (a) fungsi penawaran total (aggregate supply function), (b) kecendrungan untuk berkonsumsi (the propensity to consume), dan (c) volume investasi
6.   Fungsi penawaran total tergantung pada kondisi-kondisi fisik penawaran dan kecenderungan untuk berkonsumsi adalah relatif stabil dan oleh karenanya fluktuasi-fluktuasi pada kesempatan kerja terutama tergantung pada volume inventasi.
7.   Volume inventasi tergantung pada : (a) efisiensi marginal modal atau  marginal efficency of  capital = MEC, dan (b) suku bunga (interest).
8.   Efisiensi marginal modal tergantung pada : (a) harapan tentang hasil laba, dan (b) biaya pengganti aktiva modal.
9.   Suku bunga tegantung pada : (a) jumlah uang, dan (b) keadaan preferensi likuiditas.
b.      Kenynes versus klasik
Keynes menganggap bahwa pengawasan  sentral dan pengawasan oleh negera (pemerintah) adalah perlu guna memperbaiki dan mempertahankan kondisi tertetu yang umumnya diinginkan pada sebuah perekonomian. pandangan tersebut mirip dengan kaum merkantilisme yang secara singkat dapat dikatakan bahwa ekonomi Keynes merupakan persoalan politik atau kebijakan.
Seperti halnya kaum merkantilis ia menghendaki agar pemerintah memberikan perlindungan secara intern dan ia menganjurkan agar diperlukan perpajakan guna memberikan jaminan sosial bagi tenaga kerja tanpa menaikkan upah, sedangkan secara extern ia menganjurkan perlunya tarif protektif guna meningkatkan kegiatan ekspor.
Teori Keynes diasumsikan bahwa tendasi untuk mengadakan tabungan (saving) cenderung menjadi lebih besar dengan tendisi untuk menginventasi. pada perokonomian kapitalis yang maju, kesempatan inventasi dan perangsang untuk menginventasi berbeda.
Variabel-variabel makro ekonomi yang besar bagi Keynes adalah konsumsi total, investasi total dan pendapatan total dalam suatu perekonomian. Formulasinya adalah sebagai berikut:
Konsumsi Total  +  Infestasi Total  =  Pendapatan total
                                    ( C  +  I    =   Y )
Formulasi di atas disebut sebagai model ekonomi tertutup sederhana dalam perkembangan ekonomi.

B.     TEORI EKONOMI MAKRO
Pada dasarnya teori ekonomi makro adalah sebuah teori yang mempelajari dan mambahas tentang segala peristiwa, fenomena atau masalh-masalah yang terkait dengan ekonomi secara keseluruhan atau dalam ruang lingkup besar. Ekonomi makro juga merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang memfokuskan kajian terhadap mekanisme kerja perekonomian suatu bangsa secara menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro memiliki tujuan untuk mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian seputar perekonomian dan berusaha untuk membuat suatu rumusan yang menjadi solusi untuk memperbaiki kebijakan ekonomi yang ada. Selain itu dalam ekonomi makro ini ada beberapa hubungan yang terjadi. Hubungan yang dibahas di dalamnya meliputi hubungan antar variabel yang agregatif, adapun hubungan tersebut, antara lain :
  • Tingkat pendapatan nasional
  • Konsumsi yang dilakukan rumah tangga
  • Investasi nasional (pemerintah atau swasta)
  • Tingkat tabungan (institusi atau individu)
  • Belanja pemerintah (APBN atau APBD)
  • Tingkat harga (harga umum atau harga pasar)
  • Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
  • Tingkat bunga yang didapat
  • Kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan
  • Neraca pembayaran
  • Ekspor dan impor
Itulah beberapa hubungan-hubungan yang dibahas dlm ekonomi mkro. Diharapkan dengan adanya ekonomi makro bisa menemukan segala permasalahan atau mencari solusi atau sebuah terobosan baru. Selain itu kita juga harus tahu ruang lingkup yang dimiliki oleh ekonomi makro, meliputi :
  • Bagaimana peran permintaan dan penawaran yang menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian.
  • Masalah-masalah besar yang sering menimpa perekonomian, antara lain inflasi, pengangguran, korupsi dan lainnya.
  • Peranana dari kebijakan, peraturan yang merupakan usaha pemerintah dalam mengatasi sebuah permasalahan perekonomian.

Kajian kajian yang dibahas dalam ekonomi makro, ada beberapa aspek yang dikaji di dalamnya, antara lain [1]:
  1. Inflasi (kenaikan harga)
  1. Pertumbuhan ekonomi
  1. Tingkat pengangguran
  1. Kerjasama antar negara di dunia
  1. Perjalanan siklus ekonomi

Pada dasarnya ekonomi makro memiliki beberapa kebijakan sebagai landasan untuk mengatasi dan menganalisis permasalahan-permasalahan ekonomi yang memiliki ruang lingkup besar. Adapun kebijakannya antara lain[2] :
  1. Kebijakan fiskal
  1. Kebijakan moneter
  1. Kebijakan segi penawaran
Itulah beberapa kebijakan yang ada dalam ekonomi makro, kebijakan ini dibuat bukan tanpa tujuan, tapi kebijakan ekonomi makro memiliki beberepa tujuan yakni :
  1. Menciptakan kestabilan harga
  1. Memaksimalkan tenaga kerja (SDM) dan output
  1. Menciptakan pertumbuhan ekonomi
  1. Menguatkan neraca pembayaran
  1. Meningkatkan kapasitas produksi nasional
  1. Mendistribusi pendapatan



C.      Permintaan Dan Penawaran Agregat
1.      Permintaan agregat
a.      Pengertian permintaan agregat
Permintaan Agregat adalah keseluruhan permintaan terhadap barang & jasa oleh pengguna dalam ekonomi.) Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga.[3]
Permintaan Agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga. Permintaan agregat dapat ditampilkan dengan menggunakan Kurva atau tabel yang menunjukkan berbagai jenis barang & jasa yang dibeli secara kolektif pada tingkat harga tertentu. Kurve permintaan agregat mempunyai slope negative. Faktor-faktor yang menyebabkan Kurva permintaan agregat ber-slope negatif adalah:
  • Efek Kekayaan
    • Biaya yang digunakan oleh produsen tergantung pada kekayaan yang dimiliki. Keduanya memiliki satu hubungan yang positif. (Kekayaan mengacu pada pemegangan uang, saham, obligasi, rumah serta asset fisik yang lain. Kekayaan yang dimiliki dipengaruhi oleh tingkat harga)
  • Dampak Harga Bunga
    • Efek harga bunga ditujukan karena perubahan tingkat haraga mempengaruhi harga bunga. Efek ini mempengaruhi produksi & investasi
  • Efek Pembelian Asing (Ekspor & Impor)
    • Jumlah ekspor & impor dalam suatu ekonomi tergantung pada harga Domestic & asing
Kurva Permintaan agregat (aggregate demand curve ) adalah kurva yang menjelaskan hubungan antara jumlah output agregat yang diminta dengan tingkat harga ketika semua variabel lain dianggap konstan. ada dua cara yang digunakan untuk menurunkan kurva permintaaan agregat. Pendekatan yang pertama dan yang paling sederhana adalah penekatan teori jumlah uang dimena permintaan agregat ditentukan semata-mata oleh jumlah uang. Sementara pedekatan yang kedua didasarkan pada pengujian perilaku  bagian-bagian komponen permintaan agregat seperti konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah  dan ekspor bersih. Pendekatan ini juga mempertimbangkan peran jumlah uang dalam menentukan permintaan agregat, tetapi tidak secara langsung, meleinkan dengan cara mempertimbangkn bagaimana perubahan jumlah uang mempengaruhi komponen-komponen permintaan agregat.
b.      Pendekatan Teori Jumlah Uang terhadap Permintaan Agregat
Teori jumlah uang menghubungkan jumlah uang M dengan jumlah pengeluaran nominal  atas barang dan jasa P X Y. Dimana P adalah tingkat harga dan Y adalah output riil agregat atau secara ekuivalen adalah  pendapatan riil agregat. Keterkaitan antara jumlah uang dan total pengeluaran dari barang dan jasa akhir dikemukakan oleh Irving Fisher.  Untuk memperoleh hubungan ini, teori jumlah uang menggunakan konsep percepatan uang (velocity of money ) yaitu rata-rata jumlah berapa kali per tahun (perputaran) dari satu unit mata uang (misalya rupiah ) yang digunakan untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. Percepatan (velocity-V ) dinyatakan secara lebih jelas sebagai total pengeluaran P xY dibagi dengan jumlah uang M :
V=PxY
    M

Misalkan PDB nominal (P xY ) dalam setahun adalah Rp.5 triiun, jumlah uang sebesar Rp, 1 triliun, barang dan jasa akhir dalam perekonomian adalah sebanyak 5 kali. Dengan mengalikan kedua sisi persamaan dengan M, akan didapatkan persamaan pertukaran (equation of change) yang menghubungkan pendapatan nominal dengan jumlah uang dan percepatan.
M x V = P x Y

Persamaan ini menyatakan bahwa jumlah uang dikalikan dengan berapa kali uang ini digunakan dalam satu tahun tertentu harus sama dengan pendapatan nominal, yaitu total jumlah nominal yang dikeluarkan untuk membeli barang dan jasa pada tahun tersebut.
Persamaan pertukaran ini tidak lebih dari satu identitas  suatu hubungan yang benar menurut definisi, dimana persamaan tersebut menyatakan bahwa ketika uang beredar M berubah, pendapatan nominal ( P x Y) berubah dengan arah yang sama ; kenaikan M misalnya dapat diimbangi dengan penurunan V yang membiarkan M x V (dan karenanya P x Y) tidak berubah.
Teori jumlah permintaan uang yang dikembangkan oleh Milton Friedman menyatakan bahwa percepatan berubas sepanjang waktu dalam cara yang dapat diprediksi yang tidak dihubungkan denagn perubahan uang beredar. Dengan analisis ini, prsamaan pertukaran dibah menjadi suatu teori mengenai bagaimana pengeluaran agregat ditentukan  dan disebut sebagai teori jumlah uang ( quantity theory of money ). Dengam demikian, teori jumlah uang menyimpulkan bahwa perubahan pengeluaran agregat terutama  ditentun oleh perubahan uang beredar.
c.       Menurunkan Kurva Permintaan Agregat
Untuk menentukan permintaan agregat, selain dengan melihat bagaimana uang memengaruhi jumlah permintaan agregat, kita juga dapat menurunkan  kurva permintaan agregat dengan melihat 4 komponen, yaitu :
1.      Pengeluaran konsumen ( customer expenditure )
Yaitu jumlah permintaan akan barang dan jasa konsumen.
2.      Pengeluaran investasi yang direncanakan ( planned investment spending )
Yaitu jumlah pengeluaran yang direncanakan oleh perusahaan atas mesin pabrik, dan barang modal lain yang bar ditambah pengeluaran yang direncanakan atas  rumah baru.
3.      Pengeluaran pemerintah ( goverment spending )
Yaitu pengeluaran  oleh semua jajaran pemerintah atas barag dan jasa .
4.      Ekspor bersih (net export )
Yaitu pengeluaran luar negeri bersih atas barang dan jasa domestik, sama dengan ekspor dikurangi impor.
Maka persamaan permintaan agregat dapat diperoleh :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlsxwMlh2vI3RdoIzmCapFkjW-C-iZwZymc7PQoGunkfPsJLWpz5Du2jAZ6I4_4XiYY2mWhTMEZ9n_ObcUQ7B0ggb-hYS0FPFVhZOA2WV0qB25Gjs139rDVbAOCM22qcvZTD4eAwDo7GE/s320/ww.JPG
Dimana :
C = pengeluaran konsumen,
I   = pengeluaran investasi
G  =  pengeluaran pemerintah
NX = ekspor bersih

Pendekatan komponen, seperti pendekatan teori jumlah menjelaskan bahwa kurva permintaan agregat mempunyai kemiringan menurun, karena semakin rendah tingkat harga (P ↓), dengan juml uang nominal yang konstan, menyebabkan jumlah uang riil ( dalam arti barang dan jasa yang dapat dibeli, (M/P  ↑  ) yang semakin besar. Semakin besar jumlah uang dalam arti riil (M/P ↑  ) yang dihasilkan dan tingkat harga yang semain rendah menyebabkan suku bunga menurun (i ↓ ). Biaya investasi yang murah untuk membeli modal fisik baru membuat investasi menjadi lebih menguntungkan dan menstimulasi pengeluaran investasi yang direncanakan. Karena kenaikan pengeluaran investasi yang direncanakan secara langsung menambah permintaan agregat (Yαd ), tingkat harga yang lebih rendah mengakibatkan tingkat jumlah output agregat yang diminta lebih tinggi (P↓  →Yαd↑ ), secara sistematis, persamaan itu dapat dituliskan sebagai berikut :
P ↑→M/P ↑→ i ↓ Yαd↑

Mekanisme lain yang menghasilkan kurva permintaan agregat mempunyai kemiringan yang menurun beroperasi melalui perdagangan luar negeri. Karena tingkat harga yang lebih rendah, mengakibatkan jumlah uang dalam arti riil yang lebih besar dan menurunkan suku bunga. Hal ini menyebabkan penurunan nilai aset dollar relatif terhadap nilai mata uang lain. Nilai dollar yang semakin rendah membuat barang-barang domestik relatif menjadi lebih murah terhadap barang-barang luar negeri, hal ini menyebakan ekspor bersih meningkat an meningkatkan permintaan agregat.
P ↓→M/P ↑→ i ↓E↓→ Yαd↑
d.      Faktor-Faktor yang Menggeser Kurva Permintaan Agregat
Untuk setiap harga tertentu, kenaikan jumlah uang beredar menyebabkan  uang beredar riil  meningkat (M/P↑), yang menyebankan kenikan permintaan agregat. Dengan demikian, kenaikan uang beredar menggeser kurva permintaan agregat ke kanan , hal ini dikarenakan  kenaikan uang beredar akan menurunkan suku bunga dan mendorong pengeluaran investasi yang direncanakan dan ekspor bersih.Pendekatan komponen menyatakan bahwa faktor lain juga merupakan penyebab penting bergesernya kurva permintaan agregat.
e.       Definisi Kurva Permintaan Agregat Jangka Panjang
Jumlah output yang dapat diihasilkan dalam perekonomian dalam jangka panjang ditentukan oleh jumlah modal dalam perekonomian, jumlah tenaga kerja yang ditawarkan dalam tingkat pengerjaan penuh (full employment).beberapa pengangguran tidak dapat dibantu karena pengangguran bersifat friksional ataupu struktural. Dengan demikian, pada pengerjaan penuh, pengangguran tidak sama dengan nol, tetapi pada suatu tingkat di atas nol dimana permitaan tenaga kerja sama dengan penawaran tenaga kerja.
Tingkat pengangguran alamiah (natural rate of employment) adalah dimana perekonomian bergerak menuju jangka panjang. Tingkat output agregat yang dihasilkan pada tingkat pengangguran alamiah disebut tingkat output natural (natural rate of output), tingkat dimana perekonomian berada pada jangka panjang untuk setiap tingkat harga. Dengan demikian kurva penawaran jangka panjang (long-run aggregate supply-LRAS) adalah vertikal pada tingkat output alamiah, dinyatakan oleh Yn, sebagaimana digambarkan pada Figur 2.

FIGUR 2.Kurva Penawaran Jangka Panjang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBsYYwUXm-_XyOGfOjDLHASFdpMMfZOPLnZCo30vUxTGBrshkfmfc1Pe6qhIGqp8gwIN1J9JVSIDnEO5RsPX6q1SloMldk8LeZEqQz6_AaKYjbhJl-ajH5ocu9Vg3LZKY-d-yehtUJJhU/s320/Capture.JPG
Keterangan Figur 2 : jumlah output yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu merupakan tingkat ouput alamiah (natural ratelevel of output) dalam jangka panjang, sehingga kurva penawaran agregat jangka panjang LRAS meupakan garis vertikal pada Yn.
f.        Kurva Permintaan Agregat Jangka Pendek
Karena upah dan harga memerlukan waktu untuk menyesuaikan terhadap kondisi perekonomian, suatu proses yang dijelaskan dengan mengatakan  bahwa upah dan harga bersifat kaku (sticky), kurva penawaran agregat (AS,1) dalam jangka pendek mempunyai kemiringan ke atas (Figur 3). Karena tujuan perusahaan memaksimumkan keuntungan, jumlah output yang ditawarkan ditentukan oleh keuntungan yang dibuat atas setiap unit output. Jika keuntungan meningkat, lebih banyak output agregat yang akan dihasikan, dan jumah outut yang ditawarkan akan meningkat, jika keuntungan menurun, lebih sedikit output agregat yang akan dihasilkan, dan jumlah output agregat yang ditawarkan.
Keuntungan atas suatu unit output sama dengan harga untuk unit tersebut dikurangi dengan biaya produksinya. Dalam jangka pendek, biaya dari banyak faktor yang masuk ke dalam produksi barang dan jasa adalah tetap. Karena biaya-biaya ini bersifat tetap dalam jangka pendek, ketika tingkat harga keseluruhan naik, harga untuk suatu unit output akan meningkat relatif terhadap biaya produksi dan keuntungan per unti akan meningkat. Karena tingkat harga yang lebih tinggi menghasilkan tngkat keuntungan yang lebih besar dalam jangka pendek, perushaan menaikkan produksi dan jumlah output agregat yang ditawarkan meningkat, yang menghasilkan kurva penawaran agregat jangka pendek yang memiliki kemiringan ke atas.Faktor-faktor yang mendorong pergeseran kurva permintaan agregat adalah :
  1. Jumlah uang yang beredar, M
  2. Pengeluaran pemerintah, G
  3. Pajak, T
  4. Ekspor bersih, NX
  5. Optimisme konsumen, C
  6. Optimisme dana usaha
FIGUR 3 Kurva Penawaran Jangka Pendek
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjragfsVs3QSuSC2H5nJ_FDdmrXUH7VTx48Alfqe5TS27fEKTd1u1LUnXtS1YqUQuMA-k7IQr3uI_YSBW7tEf3py6yLTzVtMAk4ueRsP2QV87O9uvgosrP2GwWopJ9nSGfXMMA_KWRipco/s320/xxccxc.JPG
2.      Penawaran agregat
a.    Definisi Kurva Penawaran Agregat
Penawaran Agregat (aggregate supply) adalah jumlah barang dan jasa akhir perekonomian, yang dimintaa pada berbagai tingkat harga yang berbeda. Kurva Penawaran Agregat adalah kurva yang menggambarkan tentang hubungan antara tingkat harga yang berlaku dalam ekonomi dan nilai produksi riil atau output (pendapatan nasional rill) yang akan ditawarkan dan diproduksi oleh semua perusahaan dalam suatu perekonomian.Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa memiliki harga fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga kaku dalam jangka pendek, hubungan penawaran agregat yang berbeda; kurva penawaran agregat jangka panjang (long-run aggregate supply) LRAS dan kurva penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate supply) SRAS.
Dua faktor yang menentukan penawaran agregat, yaitu keseimbangan di pasar tenaga kerja dan fungsi produksi. Keseimbangan di pasar tenaga kerja akan menentukan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa. Dan kemampuan dari tenaga kerja ini menghasilkan produksi nasional tergantung kepada fungsi produksi yang menerangkan hubungan diantara jumlah tenaga kerja dan faktor-faktor produksi lain untuk mewujudkan produksi nasional.

b.    Pergeseran Kurva Penawaran Agregat Jangka Pendek
Jika biaya produksi suatu outpu meningkat, keuntungan atas suatu unit output menurun, dan umlah output yang ditawarkan pada setiap tingkat harga menurun. 
Kesimpulan : Kurva penawaran agregat jangka pendek bergeser ke kiri ketika biaya produksi meningkat dan ke kanan ketika biaya menurun.
c.    Faktor-faktor yang Menggeser Kurva Penawaran Jangka Pendek
Faktor-faktor yang menyebabkan kurva penawaran jangka pendek bergeser adalah factor yang mempengaruhi biaya produksi ;
  1. tingkat kekakuan pasar tenaga kerja, 
  2. perkiraan inflasi, 
  3. upaya pekerja untuk mendorong upah riil mereka, dan 
  4. perubahan biaya produksi yang tidak berkaitan dengan upah (seperti  biaya energi). 
Tiga faktor pertama menggeser kurva penawaran agregat jangka pendek dengan mempengaruhi biaya upah, faktor keempat mempengaruhi biaya-biaya produksi lain.
1.      Tingkat kekakuan pasar tenaga kerja.
Kekakuan upah riil mengurangi tingkat penemuan pekerjaan dan mempertinggi pengangguran.Jika perekonomian sedang mengalami kenaikan dan pasar tenaga kerja bersifat kaku  (Y >Yn ),pemberi kerja mungkin mempunyai kesulitan untuk mempekerjakan tenaga kerja yang memenuhi mutu dan bahkan mungkin mempunyai kesulitan untuk memelihara tenaga kerjanya sekarang. Karena permintaan akan tenaga kerja sekarang melebihi penawaran di pasar tenaga kerja, maka pemberi kerja (perusahaan) akan menaikkakn upah untuk menarik pekerja yang dibutuhkan dan biaya produksi akan meningkat. Biaya produksi yang semakin tinggi akan mengurangi keuntungan per unit output pada setiap tingkat harga, dan kurva penawaran agregat jangka pendek bergeser ke kiri.
Sebaliknya, jika perekonomian mengalami penurunan dan pasar tenaga kerja longgar (Y< Yn), maka dalam pasar tenaga kerja yang longgar dimana jumlah tenaga kerja yang diminta lebih kecil daripada jumlah yang ditawarkan , maka upah dan biaya produksi akan menurun, jadi keuntungan per unit output akan meningkat dan kurva penawaran agregat jangka pendek akan bergeser ke kanan.

FIGUR 3 Kurva Penawaran Jangka Pendek

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjragfsVs3QSuSC2H5nJ_FDdmrXUH7VTx48Alfqe5TS27fEKTd1u1LUnXtS1YqUQuMA-k7IQr3uI_YSBW7tEf3py6yLTzVtMAk4ueRsP2QV87O9uvgosrP2GwWopJ9nSGfXMMA_KWRipco/s320/xxccxc.JPG
2.      Perkiraan Tingkat Harga
Kenaikan perkiraan tingkat harga mengakibatkan upah lebih tinggi, yang selanjutnya menaikkan biaya produksi, menurunkan keuntungan per unit output pada setiap tingkat harga, dan menggeser kurva penawaran ke kiri.
Maka, kenaikan perkiraan tingkat harga menyebabkan kurva penawaran bergeser ke kiri, semakin besar perkiraan kenaikan tingkat harga (yaitu, semakin tinggi perkiraan inflasi), maka semakin besar pergeserannya.
3.      Dorongan Upah
Misalkan bahwa para pekerja memutuskan untuk mogok kerja untuk mendapatkan upah riil yang lebih tinngi dan mereka berhasil mendapatkan upah riil yng lebih tinggi. Maka dorongan upah oleh para pekerja akan menyebabkan kurva penawaran agregat bergeser ke kiri.
4.      Perubahan Biaya Produksi yang Tidak Berhubungan dengan Upah.
Perubahan teknologi dan penawaran bahan-bahan mentah disebut guncangan penawaran (supply shocks) juga dapat menggeser kurva penawaran agregat. Guncangan penawaran  negatif, seperti pengurangan ketersedian bahan mentah, yang harganya meningkat, akan meningkatkan biaya produksi dan menggeser kurva penawaran agregat ke kiri dan sebaliknya.
Perkembangan teknologi baru akan menurunkan biaya produksi, dengan menaikkan produktivitas pekerja hal ini juga dapat disebut dengan guncangan penawaran positif, yang dapat menggeser kurva penawaran agregat ke kanan.
3.        Keseimbangan Jangka Panjang dan Jangka Pendek  Dalam  Analisis Permintaan Dan Penawaran Agregat
General Equilibrium atau Keseimbangan umum merupakan seimbangnya harga beli terhadap harga jual, seimbangnya permintaan barang dengan penawaran barang, juga keseimbangan antara pengeluaran uang dengan pemasukan dan juga keseimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran yang terjadi.
Keseimbangan umum atau equilibrium adalah kondisi dimana jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. Jumlah barang pada keadaan itu disebut kuantitas keseimbangan.Tingkat harga yang membentuk keadaan keseimbangan itu disebut harga keseimbangan. Keseimbangan umum terjadi apabila pasar uang dan pasar barang berada dalam keseimbangan secara bersama-sama, dan keseimbangan tersebut diperoleh keseimbangan pendapatan nasional dan keseimbangan tingkat bunga.
Misalkan dalam sebuah perekonomian ada sepuluh juta barang, jika semua barang mempunyai struktur pasar bersaing sempurna, maka penawaran dan permintaan dari sepuluh juta barang tersebut akan sama. Kondisi ini disebut terjadi keseimbangan umum.Semua orang Indonesia telah mengoptimalkan utilitynya, semua orang puas. Dalam kondisi seperti ini tidak ada seorang pun yang mampu menaikkan kepuasannya tanpa mengurangi kepuasan orang lain. Dengan kata lain semua orang telah mengoptimalkan keputusannya. Semua konsumen telah menentukan pola konsumsinya dan semua produsen telah menentukan pola produksinya.
·         Keseimbangan umum 
1.     Pasokan Uang
Pada kajian ini kita batasi cakupan uang hanya pada dua bentuk: uang kas dan uang giral. Uang kas dipasok oleh bank sentral, sementara uang giral dipasok oleh perbankan. Penentuan jumlah uang kas ini ditentukan oleh bank sentral dengan memperhatikan kelancaran sistem pembayaran dan menjaga inflasi.  Pasokan uang giral terjadi selama uang kartal disimpan atau pinjaman diberikan dalam bentuk demand deposit. Jika ada pencairan demand deposit oleh penabung atau debitur, uang giral akan menyusut sementara uang kartal yang beredar akan bertambah.
Ekonomi konvensional biasanya mengasumsikan pasokan uang ditentukan secara eksogen oleh proses kebijakan. Karena itu, dalam panel uang-bunga kurva penawaran uang digambarkan vertikal.
2.     Permintaan Uang
Permintaan uang pada suatu periode merupakan rata-rata jumlah uang yang ingin dipegang oleh  masyarakat pada periode tersebut. Uang yang dipegang maksudnya adalah uang yang siap digunakan untuk transaksi mencakup uang kartal yang tidak disimpan di bank, cek atau sertifikat giro, dan batas transaksi pada kartu debit.Menurut Keynes, orang memegang uang dapat disebabkan oleh beberapa motif:
a.      Motif transaksi: orang memegang uang untuk keperluan belanja konsumsi maupun investasi yang sudah ia rencanakan
b.     Motif berjaga-jaga: orang memegang uang untuk keperluan belanja yang tidak ia rencanakan
c.      Motif spekulasi: orang memegang uang karena ia menunggu untuk menemukan aset yang lebih baik atau penurunan harga aset di masa depan
Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga dipengaruhi secara positif oleh pendapatan masyarakat. Jika pendapatan masyarakat naik, uang yang diperlukan untuk transaksi konsumsi dan investasi akan naik.
·         Keseimbangan Pasar Uang
Dalam perekonomian bunga, keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintaan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan.
a. Keseimbangan dalam Jangka Pendek
Figur 4 mengilustrasikan keseimbangan jangka pendek dimana agregat yang diminta sama dengan jumlah ouput yang ditawarkan. Dimana kurva permintaan agregat jangka pendek AD dan kurva penawaran agregat jangja pendek AS berpotongan dititik E. tingkat keseimbangan output agregat Y* dan tingkat harga keseimbangan sama dengan P*.Ketika tingkat harga (katakanlah P”)berada di atas tingkat harga keseimbangan P*, maka jumlah ouput yang ditawarkan akan lebih besar daripada jumlah output yang diminta (kelebihan penawaran).  Sebaliknya ketika tingkat harga (katakanlah P’) berada dibawah tingkat harga keseimbangan P*, maka jumlah output yang diminta lebih besar daripada jumlah output yang ditawarkan (kelebihan permintaan). 
FIGUR 4 Keseimbangan dalam Jangka Pendek
                                 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAhIEYkz1Zqx9doM_9EvXmAuKCAWG78tsP4hhXg7dqPEZVTIPHYXZLqH19XdxrPn4FcquauZ4DuFsxbcS-4kmMg3PPKHAVVV5Mrkp3IH9l0QUwyLlHEg8jDByF22K5poQp0HAgCMZz3ZA/s320/xxxxa.JPG
                                      
Keseimbangan terjadi pada titik E pada perpotongan kurva permintaan agregat AD dan kurva penawaran agregat jangka pendek AS.
b. Keseimbangan dalam Jangka Panjang
Pada panel (a) Figur 5, keseimbangan awal terjadi pada titik 1, perpotongan kurva permintaan agregat AD dan kurva penawara agregat awal jangka pendek AS1. Karena tingkat output keseimbangan Y1 lebih besar daripada tingkat alamiah Yn, pengangguran lebih rendah daripada tingkat alamiahnya dan kekakuan yang berlebihan terjadi di pasar tenaga kerja.
Kekakuan ini mendorong tingkat upah untuk meningkat, menaikkan biaya produksi, dan menggeser kurva penawaran agregat AS2. Keseimbangan sekarang berada pada titik 2, dan output menurun ke Y2. Karena output agregat Y2 masih berada di tingkat alamiah Yn, upah terus didorong naik dan secara perlahan-lahan menggeser kurva penawaran agregat ke AS3. Keseimbangan yang dicapai pada titik 3 berada pada kurva penawaran  agregat jangka panjang yang vertical (LRAS) pada Yn dan merupakan keseimbangan jangka panjang. Karena output tidak ada kecenderungan lebih lanjut bagi kurva penawaran agregat untuk bergeser.
Pergerakan pada panel (a) menunjukkan bahwa perekonomian tidak akan tetap pada tingkat output yang lebih besar daripada tingkat alamiah karena kurva penawaran agregat jangka pendek akan bergeser kekiri, meningkatkan tingkat harga dan menyebabkan perekonomian (kekseimbangan) meluncur naik sepanjang kurva permintaan agregat hingga mencapai titik di sepanjang kurva penawaran jangka panjang pada tingkat output natural Yn.
Pada panel (b) keseimbangan awal  pada titik 1 adalah salah satu dimana output Y1 berada dibawah tingkat alamiah. Karena pengangguran lebih tinggi daripada tingkat alamiahnya, upah menurun, yang menggeser kurva penawaran agregat jangka pendek ke kanan hingga berada pada AS3.
Perekonomian (keseimbangan) meluncur turun di sepanjang kurva permintaan agregat hingga mencapai keseimbangan jangka panjang titik 3, yaitu perpotongan kurva permintaan   agregat (AD) dan kurva penawaran agregat jangka panjang (LRAS) pada Yn. Disini sebagaimana pada panel (a), perekonomian  tidak lagi bergerak ketika output telah kembali lagi ke tingkat alamiah. Hal yang menonjol dari kedua panel Figur 5 bahwa terlepas dimana output awalnya berbeda, secara perlahan-lahan output kembali ke tingkat alamiahnya. Sifat ini dijelaskan dengan mengatakan bahwa perekonomian mempunyai mekanisme koreksi diri ( self-correcting mechanism). Pada kedua panel, keseimbangan jangka pendek awal adalah pada titik 1 pada perpotongan AD dan AS1. Pada panel (a), Y1>Yn sehingga kurva penawaran agregt jangka pendek terus bergeser ke kiri hingga mencapai AS2, dimana output telah kembali ke Yn. Pada panel (b), Y1<Yn sehingga kurva penawaran agregat jangka pendek terus bergeser ke kanan hingga output kembali ke Yn lagi. Dengan demikian dalam kedua kasus, perekonomian menampilkan suatu mekanisme koreksi diri yang mengembalikannya lagi ke tingkat output alamiah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvBQ_vUHGt1WeTy-iIF2qm1TpV6CmMR_qfK0NtckzBNGygQwJWJFXi4xUISDdLrw85Hq-y1dkqwV8THo-7li064Y1A7Wr7cU6xNxTHP0JBsRsVDPDjxH6yqU818cotoETApagk_oqrs0M/s320/p.JPG


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPK_wFphN97Asm8Z1tIoO22AMtAS1YRddImERNernb4ZLdGZKQvQw4zomRUTQA2yl4rBFy6VTZ9gHlbpk4zKIDwvjelIS1uYOOljeNNUKYNHf8Gf93wfqJsk6ckRcfF5rk7K_S5Re9bwA/s320/q.JPG
c. Penyebab Perubahan Keseimbangan
·         perubahan keseimbangan yang disebabkan oleh guncangan permintaan agregat.
Pada Figur 6 menunjukkan dampak pergeseran ke kanan dalam kurva permitaan agregat karena adanya guncangan permintaan positif : kenaikan jumlah uang beredar (M  ), kenaikanengeluran pemerintah (G  ), dan kenaikan ekspor bersih (NX  ), penurunan pajak (T  ), atau kenaikan keinginan konsumen dan perusahaan untuk brbelanja karena mereka lebih optimis (C  , I  ).
Figur tersebut menunjukkan perekonomian pada awalnya berada pada keseimbangan jangka panjang di titik 1, dimana kurva permintaan agregat awal AD1 berpotongan degan kurva penawaran jangka pendek AS1, perekonomian bergerak ke titik 1 dan output maupun harga meningkat. Tetapi perekonomian tidak akan tetap berada pada titik 1 dala jangka panjang, karena output pada Y1 berada ada tingkat alamiah. Upah akan meningkat, menaikkan biaya produksi pada semula tingkat harga, dan kurva penaaran agregat jangka pendek akan bergeser ke kiri ke AS2, dimana perekonomia akan tetap berada. Dengan demikian, perekonomian (keseimbangan) menggeser kurva permintaan jangka panjang (LRAS) pada Yn.
Meskipun dampak awal jangka pendek dari pergeseran ke kanan kurva permintaan agregat adalah kenaikan tingkat harga da utput, dampak akhir jangka panjang hanya berupa kenaikan tingkat harga.
FIGUR 6 Respons Output dan Tingkat Harga terhadap Pergesern Kurva Permintaan Agrgat 
Pergeseran kurva permintaan agregat dari ke menggerakkan perekonomian dari titik 1 ke titik 1'. Karena  > Yn, kurva penawaran agregat jangka pendek mulai bergeser ke kiri, secara perlhan mencapai , dimana output kembali ke Yn dan tingkat harga meningkat menjadi .

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB4X_FKNSHf4CaMnSfdy6_Hl9cs9-ZjEAf3V2ya9T9Z8ff73O_7oaHwOayB2Hp7pFVwsOWWXSTkw362Z67oOYfKOPmhM-Ed9NF3bsARzzHJZ_rXMkA82h9AJvmQD2Z1zOQu0ZQmVzqIlM/s320/v.JPG

d.      Perubahan Keseimbangan yang Disebabkan oleh Guncangan Penawaran Agregat
Seandainya perekonomian pada awalnya berada pada tingkat output alamiah pada titik 1 ketika kurva penawarn agregat jangka pendek bergeser dari  ke  pada Figur 7 karena guncangna penawaran negatif (kenaikan harga energi yang tajam, misalnya). Perekonomian akan bergerak dari titik 1 ke titik 2, dimana tingkt harga meningkat tetapi output agregat menurun. Keadaan dari harg ayang menngkt, tetapi utput agregat menurun, sebagaimana digambarkan pada figur 7 disebut sebagai stagflasi.  Meskipun pergeseran ke kiri dalam kurva penawaran agregat jangka pendek pada awalnya menaikkan tingkat harga dan menurunkan output, dampak akhir adalah bahwa tingkat harga dan output tidak berubah.

FIGUR .  Respons Output dan Tingkat Harga terhadap Kurva Penawaran Agregat Jangka Pendek

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB8RTEM8n7tq8BA767ODHmb1Eu8hNM2GLmSslTJD0ShzyTv4tTVCsULwFH7F2XAGHY86bIAg-F-lH5huXSsMCvexTLNUB-Z02iv5u6ETtCcpPq12jOVxBbg32FGFp7KygsuxNC0QW7VoU/s320/vv.JPG

e.    Pergeseran Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang : Teori Siklus Usaha Rill dan Histeresis
Teori siklus usaha riil ( rel business cycle theory ) di mana guncangan penawaran agregrat ( rill ) mempengaruhi tingkat output alamiah Yn. Teori ini memandang guncangan terhadap selera ( kenginan para pekerja untuk bekerja, misalnya ; teknologi ( produktivitas ) sebagai dorongan – dorongan utama di belakang fluktuasi jangka pendek dalam siklus usaha, karena guncangan – guncangan ini mengakibatkan fluktuasi jangka pendek yang substansial dalm Yn.
Sebaliknya, pergeseran kurva permintaan agregat, mungkin akibat dari perubahan – perubahan kebijakan moneter, tidak di pandang sebagai sesuatu yang penting bagi fluktuasi output agregat. Karena teori siklus usaha riil memandang sebagian besar fluktuasi siklus usaha sebagai akibat dari fluktuasi tingkat output alamiah, teori ini tidak melihat perlunya kebijakan aktivis untuk menghilangkan pengguran yang tinggi. Teori siklus usaha riil sangat kontroversial dan dibatasi oleh perlunya riset intensif.
Teori histeresis ( hysteresis ), yaitu pergerakan dari tingkat pengerjaan penuh akibat pengangguran yang tinggi di masa lalu. Ketika pengangguran meningkat karena penurunan permintaan agregat yang menggeser kurva AD ke dalam, tingkat pengangguran alamiah dipandang meningkat di atas tingkat pengerjaan penuh.
Hal ini dapat terjadi karena penganggur menjadi kurang semangat dan gagal untuk mencari pekerjaan atau karena pengangguran menjadi kurang semangat dan gagal untuk mencari pekerjaan atau karena pemberi kerja enggan untuk mempekerjakan pekerja yang telah menganggur cukup lama, melihatnya sebagai sinyal bahwa pekerja tidak diinginkan. Hasilnya adalah bahwa tingkat pengangguran alamiah bergeser ke atas setelah pengangguran menjadi tinggi dan Yn turun di bawah tingkat pengerjaan penuh.
Dalam situasi ini, mekanisme koreksi diri dalam dapat mengembalikan perekonomian hanya kepada tingkat pengerjaan penuh. Hanya dengan kebijakan ekspansioner untuk menggeser kurva permintaan agregat ke kanan dan meningkatkan output agregat tingkat pengangguran alamiah dapat diturunkan 
( Yn dinaikkan ) ke tingkat pengerjaan penuh. Pendukung histeresis kemungkinan besar mendukung para aktivis, kebijakan ekspansioner untuk mengembalikan perekonomian kepada pengerjaan penuh.





BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusiadalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Makro-ekonomi meliputi berbagai konsep dan variabel, tetapi selalu ada tiga topik utama untuk penelitian makro-ekonomi. Teori-teori makro-ekonomi biasanya terhubung dengan fenomena keluaran, pengangguran dan inflasi. Di luar teori makro-ekonomi, topik-topik tersebut juga sangatlah penting untuk semua agen ekonomi termasuk pekerja, konsumen dan produsen.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan dalam sistem standar kertas, tidak ada proses otomatis yang menstabilkan tingkat harga. Disini kaum klasik melihat satu-satunya peranan makro pemerintah, yaitu mengendalikan jumlah uang beredar sesuai dengan kebutuhan transaksi masyarakat.
Di dalam sistem standar emas, ada mekanisme otomatis yang menjamin kestabilan harga. Disini peranan pemerintah tidak dianggap perlu, sebab jumlah uang (emas) yang beredar akan otomatis menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadi dengan permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaran agregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi situasi “kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya output akan naik atau harga akan naik, atau keduanya terjadi bersama-sama.
Apabila permintaan agregat lebih kecil daripada penawaran agregat, maka situasi “kelebihan produksi” terjadi. Pada periode berikutnya output akan turun atau harga akan turun, atau keduanya terjadi bersama-sama.
General Equilibrium atau Keseimbangan umum merupakan seimbangnya harga beli terhadap harga jual, seimbangnya permintaan barang dengan penawaran barang, juga keseimbangan antara pengeluaran uang dengan pemasukan dan juga keseimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA

Acemoglu, D. Laibson, D. Lits, JA. 2016.  Micro Economic Global Edition. Pearson
Education Limited. Edinburgh Gate Harlow Essex CM20 2JE England.
Choumain, Imam dan Prihatin (1994).  Pengantar Ilmu Ekonomi, Proyek Pembinaan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Jakarta: Depdikbud.
Backhouse, Roger. 2002. The Ordinary Business of Life. Princeton University Press.
Buchanan, Allen E. 1985. Ethics, Efficiency, and the Market, Rowman & Allanheld Texts in Philosophy. Totowa, New Jersey.
Hausman, D. and Michael S. McPerson. Economic Analysis and Moral Philosophy,Cambridge Surveys of Economic Literature. Cambridge University Press. NewYork
S. Kencana, Inu. 2014. Pengantar Filsafat. Refika aditama. Mengger Girang 98.
Bandung 40254.
_________________, 2011. Etika Pemerintahan.Rineka Cipta. Jakarta.
Qamar, Nurul. 2009. Pengantar Hukum Ekonomi. Pustaka Refleksi. Makassar.
Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Macro Edisi Revisi. Kanisius, Yogyakarta55011.
Blaug, Mark. 1992. The methodology of economics OR HOW ECONOMISTS EXPLAIN
Second Edition. Cambridge University Press The Edinburgh Building,
Cambridge CB2 2RU, UK.



[1] S. Kencana, Inu. 2014. Pengantar Filsafat. Refika aditama. Mengger Girang 98.
Bandung 40254.hal.34

[2] Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Macro Edisi Revisi. Kanisius, Yogyakarta55011,hal.53

[3] Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Macro Edisi Revisi. Kanisius, Yogyakarta55011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILSAFAT BARAT ABAD PERTENGAHAN

rancang bangun ekonomi islam